Pertama kali dipublikasikan di zine Spätkapitalismus #4 (April 2016) Mengenai implikasi dahsyat yang dihasilkan film, sejarawan Robert Rosentone menulis, “keberadaan masa silam kita yang ditampilkan oleh kata-kata tak semantap keberadaan masa silam kita yang ditampilkan oleh film.’’[i] Itulah sebab mengapa kala Nazi berkuasa (1933-1945), film menempati posisi penting dalam penyebaran […]
fajarmartha
Ada yang mangkrak Pembangunan Lalu orang-orang di Jakarta senewen Mengapa mangkrak? Kami telah mengemis merangkak kepada investor Siapa LSM, siapa ilmuwan, siapa kritikus? Mereka harus diberangus Ada yang menangis Menangis rintih perih sekali Mereka petani dan nelayan Di mana lagi kami nyawah, mengail ikan Sesemua kalian habiskan kalian timpa semen […]
P e r e m p u a n. Sembilan huruf pembentuk kosakata yang kemudian menjadi kultus dan ritus. Dikultuskan lelaki atas dasar obsesi. Menjadi ritus karena mata lelaki membingkainya sebagai makhluk yang bernasib untuk ditaklukkan. Ritus-ritus, kawanku, tak melulu kudus. Ritus-ritus tak melulu identik dengan itu. Perempuan, dengan sederet […]
Kawanku mati bulan ini setahun lalu Kawanku itu, kau tahu, punya glosari yang ia suka “Multitafsir.” Seringnya kata itu ia ucap kala membincangkan musik Amboi, gemar betul ia membicarakan musik Entah ia sungguh-sungguh atau tidak Namun kutahu pasti ia tak senang berlagak. Kawanku yang mati bulan ini setahun lalu […]
tulisan lama, kutulis bulan ini setahun yang lalu Ini bukan obituari, ini hanya tumpahan penyesalan dan kesedihan yang terpendam. Bahwa kehilanganmu menjadikan Desember ini Desember yang asu. Kehilangan, tidak pernah sesakit ini. Tulisan menye-menye ini untukmu, Gus. (Meski aku tahu melankolia bukan sesuatu yang kamu suka). Jika orang-orang mengajaknya […]
Betapa nasib dirundung malang O, tuhan! Katedral-katedral, masjid-masjid, dan kuil-kuilmu Begitu megah, begitu indah. Orang-orang sibuk mengejar waktu Orang-orang itu Apa bedanya dengan perancap? Bercepat-cepat bak camar dikejar ombak Tanpa pernah tahu nikmat mengaso. Dan hiu, sang filsuf samudra Tetaplah hiu: bertajuk hidup sebagai tukang mangsa Ah, hiu Ia […]