I TV menyala Mamamu menyalak Kau dan aku tak berjarak Kerlip lintang di utara berpancar II Pergolakkan batin Secara saksama ‘tlah kubiarkan mendera Samsara merasuk sukma, pias dan lupa oleh silau dunia Aku pergi, engkau berlari, setan menari-nari III Memukau, seolah indah silau dunia itu! Lalu seperti yang sudah-sudah, seperti […]
fajarmartha
Bumi terbelah Langit runtuh Dan engkau masih saja bergeming. Ketahuilah: Indah, senyummu tak hanya indah — ia juga sejuk-membasuh.
Di depan cermin retak, kusam dan berjelaga, Pak tua tiada hentinya mematut diri Apa jenggot dan kumis ini sudah rapi? Sudahkah kedua cambang tercukur simetris? Lolongan takdir kejam tak kuasa mengganggunya melaksanakan ritual itu Di depan cermin retak, kusam dan berjelaga, Pak tua terbayang lagi jalan hidupnya Betapa pongah […]
Di Kalimalang, bersama orang-orang malang Digilas nasib buruk, dihantam karang hidup nan pejal juga tajam Nasib-nasib ini, kata si pongah Kudulah membuatmu waskita Ia tak tahu cerita mpok Konong Menjual batang bambu di Kalimalang Kini bambu susah didapat Orang-orang tak lagi butuh bambu Dan rumahnya digusur, mengalah untuk pembangunan […]
Menghimpun gaji, merapal rencana Tergubal, didera dan terpampat Himpitan hidup sesehari Long weekend, sahara itu Jalanan mengular macet Mati di jalan, jalan kehidupan kalian Jalan yang lurus, jalan menyimpang, jalan yang rompal Di Cikampek, kau mengadu Memintas takdir, umur yang tak hanya susut Kusut pula! Kusut sesemua! Berjalan […]
pertama kali terbit di zine sosbudpol Spätkapitalismus #5 (Oktober 2016) Di tulisan pertama saya mengemukakan tiga film yang saya anggap bagus dalam memotret kondisi objektif remaja (kondisi material; sosio-ekonomi-politik) yang memengaruhi tindakan mereka di film-film tersebut. Tiga film tersebut adalah film-film yang diproduksi negara-negara yang saya anggap memiliki kemiripan konteks […]