Film-film new wave Taiwan, kata Edward Yang, dianggap terlalu menggambarkan sisi gelap negeri namun tak sanggup berbicara banyak di segi pendapatan. Padahal, yang mereka potret tak hanya realitas, tetapi juga semangat zaman dalam wujud auterism kepenyutradaraan.
fajarmartha
Kala menonton Mencuri Raden Saleh, penonton akan dijejali banyak camilan. Camilan masa kini, anda tahu, masuk dalam kategori ultra processed food yang dipenuhi gula dan bahan kimia berbahaya. Apa yang ingin Angga utarakan melalui filmnya jika jumlah camilan justru melebihi menu utama?
Beberapa jam sebelum Luka Modric dan kawan-kawan merengkuh medali perunggu Piala Dunia 2022, saya lebih dulu dagdigdug. Bukan di stadion, tapi di Main Hall Kalibata City, Jakarta. Bukan adu sepak bola, tapi kompetisi menulis.
Karya yang meraih penghargaan Nobel Sastra tahun 1982 ini adalah magnum opus yang jejak serta pengaruhnya dapat kita temukan di mana-mana. Salah satu penyair luhur Amerika Latin, Pablo Neruda, mengomentari bahwa novel ini merupakan “kebangkitan bahasa Spanyol paling agung sejak Don Quixote-nya Cervantes.”
Untuk merevitalisasi jalur rempah membutuhkan pembaruan konsep melalui gerakan yang mencakup kesenian, sastra, serta kebudayaan secara umum. Terlepas dari segala manfaat dan kandungan nilai ekonominya, masyarakat dapat memanfaatkan jalur rempah sebagai pengingat, sebuah monumen nonbenda yang telah berperan penting menciptakan peradaban nusantara.
Dengan tepat pula, buku ini diberi judul Tamasya Bola. Sebab seperti itulah Simaepa memperlakukannya: sebagai pelepas penat dari impitan hidup seorang akademisi. Anda bisa temukan di sini bahwa Simaepa menulis di mana saja ia berada. Dari lembah-lembah terpencil di Mentawai hingga Bogor, dari Yogyakarta hingga di Leiden, Belanda. Di balik beragam tema dan konteks tulisannya, pendekatan yang ia bangun membuat tulisannya tak berjarak dengan realitas. Simaepa mengajak kita bertamasya tapi tidak melupakan nyawa penarasiannya: manusia. Ini bukan sekadar piknik.