Tukang Obat

Sering orang berkata yang bukan-bukan, peduli setan yang lain meradang

Walau detik terus berdetak, walau mereka tahu umur trus berkurang

Sirna sirnalah sudah, habis habislah juga, semu ya semu belaka

alpa

Ibu-ibu berdaster menunggu

Pegawai kantor bersirobok mata.. pada pengemis juga tukang kelana

Bapak tak kunjung pulang, anak menangis sebab tak tahu apa

 

Syahdu malam tak mau menunggu, terlampau kesumat dukamu itu

Pada mereka engkau mengadu. Lah, hanya padaku dendam kau himpun

membuntal

Walah, ampun! Ampun! Tak cukupkah kesaksian-kesaksianku?

Tolong, mohon, demi siapa pun, jangan jadikan aku Sisifus

Walau sakit mencabikmu tajam di jiwa

Kau tahu:

hanya aku yang punya obatnya

Bagikan:
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x